LEAN Waste Reduction

 

Training LEAN Waste Reduction

Training LEAN Waste Reduction merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui identifikasi serta pengurangan berbagai aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (Non-Value Added Activity) dalam proses kerja.

Dalam kegiatan operasional, pemborosan dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti produksi berlebihan, waktu menunggu, transportasi yang tidak diperlukan, proses yang berlebihan, persediaan terlalu tinggi, pergerakan yang tidak efisien serta produk cacat. Apabila tidak dikendalikan, berbagai waste tersebut dapat meningkatkan biaya, memperpanjang lead time, menurunkan produktivitas dan mengurangi daya saing perusahaan.

Melalui Training Lean Waste Reduction, peserta akan mempelajari konsep dan prinsip Lean, Value Added dan Non-Value Added Activity, identifikasi 7 Waste, Value Stream Mapping, Root Cause Analysis, Kaizen serta berbagai metode praktis untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efektivitas proses.

Mengapa Training LEAN Waste Reduction Penting?

Perusahaan tidak selalu membutuhkan penambahan sumber daya untuk meningkatkan produktivitas. Dalam banyak kondisi, peningkatan kinerja dapat diperoleh dengan mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, menghilangkan hambatan proses serta menggunakan sumber daya yang tersedia secara lebih efektif.

Pendekatan Lean membantu organisasi melihat proses dari perspektif penciptaan nilai bagi pelanggan. Aktivitas yang memberikan nilai dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai dianalisis untuk dikurangi atau dihilangkan.

Tujuan Training LEAN Waste Reduction

Training ini bertujuan membantu peserta memahami dan menguraikan unsur-unsur Lean, memahami alasan penerapan Lean dalam organisasi, mengenali berbagai jenis pemborosan serta mampu menggunakan pendekatan Lean untuk melakukan perbaikan proses kerja.

Peserta juga diharapkan mampu melakukan identifikasi waste, menganalisis penyebab pemborosan, menentukan prioritas improvement serta menyusun program Waste Reduction yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan kerja.

Manfaat Training LEAN Waste Reduction

Setelah mengikuti training, peserta diharapkan mampu memahami prinsip Lean Management, membedakan aktivitas Value Added dan Non-Value Added, mengidentifikasi 7 Waste, melakukan analisis proses, menemukan sumber pemborosan serta menentukan tindakan perbaikan yang sesuai.

Penerapan kompetensi tersebut dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional, memperpendek lead time, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya serta membangun budaya Continuous Improvement.

Materi Training LEAN Waste Reduction

1. Introduction to LEAN

  • Pengertian Lean
  • Sejarah dan Perkembangan Lean
  • Konsep Lean Thinking
  • Tujuan Penerapan Lean
  • Prinsip Dasar Lean
  • Lean sebagai Strategi Peningkatan Produktivitas

2. Fundamental Principles of LEAN

  • Define Value
  • Identify the Value Stream
  • Create Flow
  • Establish Pull
  • Pursue Perfection
  • Customer Value Orientation

3. Value Added & Non-Value Added Activity

  • Pengertian Value Added Activity
  • Non-Value Added Activity
  • Necessary Non-Value Added Activity
  • Identifikasi Aktivitas yang Memberikan Nilai
  • Identifikasi Aktivitas yang Tidak Memberikan Nilai
  • Strategi Mengurangi Non-Value Added Activity

4. Understanding Waste in LEAN

  • Pengertian Waste atau Pemborosan
  • Sumber Pemborosan dalam Proses
  • Visible dan Hidden Waste
  • Dampak Waste terhadap Cost, Quality dan Delivery
  • Waste Identification
  • Waste Elimination

5. Seven Wastes – Overproduction

  • Pengertian Overproduction
  • Produksi Melebihi Permintaan
  • Produksi Terlalu Cepat
  • Dampak Overproduction terhadap Inventory
  • Identifikasi Penyebab Overproduction
  • Strategi Mengurangi Overproduction

6. Seven Wastes – Waiting

  • Pengertian Waiting Waste
  • Waiting for Material
  • Waiting for Machine
  • Waiting for Information
  • Waiting for Approval
  • Strategi Mengurangi Waiting Time

7. Seven Wastes – Transportation

  • Pengertian Transportation Waste
  • Unnecessary Material Movement
  • Layout dan Transportation
  • Material Handling
  • Analisis Jarak Perpindahan
  • Strategi Mengurangi Transportation Waste

8. Seven Wastes – Over Processing

  • Pengertian Over Processing
  • Unnecessary Processing
  • Duplicate Process
  • Excessive Inspection
  • Proses yang Tidak Memberikan Customer Value
  • Process Simplification

9. Seven Wastes – Inventory

  • Pengertian Inventory Waste
  • Raw Material Inventory
  • Work in Process
  • Finished Goods Inventory
  • Excess Inventory
  • Dampak Inventory terhadap Cost
  • Strategi Inventory Reduction

10. Seven Wastes – Motion

  • Pengertian Motion Waste
  • Unnecessary Human Movement
  • Workplace Layout
  • Searching dan Reaching
  • Workplace Organization
  • Strategi Mengurangi Motion Waste

11. Seven Wastes – Defects

  • Pengertian Defect Waste
  • Rework
  • Repair
  • Scrap
  • Inspection dan Sorting
  • Cost of Poor Quality
  • Strategi Defect Reduction

12. The Eighth Waste – Non-Utilized Talent

  • Pengertian Non-Utilized Talent
  • Pemanfaatan Kompetensi Karyawan
  • Employee Involvement
  • Suggestion System
  • Team Problem Solving
  • Continuous Improvement Culture

13. Identifikasi Waste di Tempat Kerja

  • Waste Walk
  • Gemba Observation
  • Process Observation
  • Identifikasi Aktivitas Non-Value Added
  • Waste Checklist
  • Waste Classification
  • Menentukan Prioritas Waste

14. Process Mapping

  • Memahami Aliran Proses
  • Process Flow Diagram
  • Current State Process
  • Identifikasi Bottleneck
  • Identifikasi Delay
  • Identifikasi Handover
  • Process Improvement Opportunity

15. Value Stream Mapping (VSM)

  • Pengertian Value Stream Mapping
  • Current State Mapping
  • Material Flow
  • Information Flow
  • Value Added Time
  • Non-Value Added Time
  • Future State Mapping

16. Root Cause Analysis untuk Waste Reduction

  • Problem Identification
  • Problem Statement
  • 5 Why Analysis
  • Fishbone Diagram
  • Pareto Analysis
  • Menentukan Root Cause
  • Corrective Improvement

17. Kaizen & Continuous Improvement

  • Pengertian Kaizen
  • Continuous Improvement
  • Small Improvement
  • Employee Involvement
  • Kaizen Event
  • PDCA Cycle
  • Standardization after Improvement

18. 5S Workplace Organization

  • Seiri – Sort
  • Seiton – Set in Order
  • Seiso – Shine
  • Seiketsu – Standardize
  • Shitsuke – Sustain
  • Hubungan 5S dengan Waste Reduction
  • Visual Workplace

19. Standard Work

  • Pengertian Standard Work
  • Work Sequence
  • Standard Operating Procedure
  • Standard Cycle Time
  • Work Standardization
  • Reducing Process Variation

20. Visual Management

  • Konsep Visual Management
  • Visual Control
  • Performance Board
  • Status Identification
  • Abnormality Identification
  • Visual Workplace

21. Pull System & Just In Time

  • Konsep Pull System
  • Push versus Pull
  • Just In Time
  • Kanban Concept
  • Inventory Reduction
  • Flow Improvement

22. Lean Performance Measurement

  • Productivity
  • Lead Time
  • Cycle Time
  • Quality Performance
  • Inventory Level
  • Defect Rate
  • On-Time Delivery
  • Overall Equipment Effectiveness

23. Waste Reduction Action Plan

  • Identifikasi Area Prioritas
  • Menentukan Waste Utama
  • Menentukan Root Cause
  • Menentukan Improvement Action
  • Menentukan PIC
  • Menentukan Target dan Timeline
  • Monitoring Improvement
  • Standardisasi Hasil Perbaikan

24. Workshop LEAN Waste Reduction

  • Identifikasi 7 Waste pada Proses Kerja
  • Value Added dan Non-Value Added Analysis
  • Waste Mapping
  • Root Cause Analysis
  • Menentukan Improvement Opportunity
  • Menyusun Future State Process
  • Menyusun Waste Reduction Action Plan
  • Studi Kasus dan Diskusi

Target Peserta

Training LEAN Waste Reduction direkomendasikan bagi Manager, Supervisor, Engineer dan Staff dari bagian Production, Manufacturing, Operation, Quality Assurance, Quality Control, Engineering, Industrial Engineering, PPIC, Warehouse, Logistics, Supply Chain, Maintenance, Continuous Improvement dan fungsi lain yang bertanggung jawab terhadap peningkatan produktivitas serta efisiensi proses.

Team Trainer Johnson Indonesia

Program Training LEAN Waste Reduction akan difasilitasi oleh Team Trainer Johnson Indonesia yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang Lean Management, Manufacturing, Productivity Improvement, Quality Management dan Continuous Improvement.

Jadwal Training LEAN Waste Reduction

Tanggal Pelaksanaan : 

21–22 Januari 2027 23-24 Juli 2027
19–20 Februari 2027 19–20 Agustus 2027
25–26 Maret 2027 22-23 September 2026
20–21 April 2027 22-23 Oktober 2026
21–22 Mei 2027 17–18 November 2026
22–23 Juni 2027 16–17 Desember 2026

Jam Pelaksanaan: Online Training dan Offline Training dilaksanakan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Jadwal periode berikutnya dapat disesuaikan atau dikonfirmasikan kembali kepada Johnson Indonesia.

Metode Training

Program tersedia melalui Online Training menggunakan Zoom Meeting dan Offline Training di hotel atau Johnson Training Center. Program juga dapat diselenggarakan dalam bentuk In-House Training dengan materi dan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Fee Investasi Training LEAN Waste Reduction

Online Training

Rp5.500.000,-/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000,-/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari dengan minimal pengiriman 3 peserta untuk running di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.

Offline Training di Johnson Training Center

Rp5.950.000,-/orang untuk pengiriman 1 peserta dengan pelaksanaan 1 hari di Johnson Training Center.

Private Training

Rp8.000.000,-/orang dan program pasti running.

Offline Training Luar Kota

Rp12.000.000,-/orang untuk program pasti running.

Untuk pengiriman 1–5 peserta Rp8.500.000,-/orang, sedangkan pengiriman di atas 5 peserta Rp8.000.000,-/orang.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.

Training Lean & Continuous Improvement Terkait

Training 5S Workplace Organization membantu perusahaan membangun tempat kerja yang lebih terorganisasi, efisien dan mudah dikendalikan sebagai salah satu fondasi penerapan Lean.

Training Total Productive Maintenance (TPM) relevan untuk mengurangi equipment losses, downtime dan berbagai pemborosan yang berkaitan dengan mesin serta proses produksi.

Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques membantu peserta melakukan process mapping, menganalisis aktivitas non-value added, bottleneck dan merancang ulang proses agar lebih efektif.

Training Quality Control Cycle (QCC) PDCA mendukung penerapan problem solving dan continuous improvement melalui pendekatan PDCA yang terstruktur.

Training Effective Production Management by Lean Daily Management relevan untuk menerapkan prinsip Lean dalam pengelolaan aktivitas produksi sehari-hari.

LEAN Waste Reduction dan 7 Waste

Salah satu konsep utama dalam Lean adalah kemampuan mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dalam proses. Tujuh jenis waste yang umum dianalisis adalah Transportation, Inventory, Motion, Waiting, Overproduction, Over Processing dan Defects. Selain tujuh pemborosan tersebut, organisasi modern juga sering mengevaluasi Non-Utilized Talent atau tidak optimalnya pemanfaatan kemampuan sumber daya manusia.

Identifikasi waste bukan hanya bertujuan mengurangi biaya. Waste Reduction juga membantu organisasi mempercepat aliran proses, mengurangi lead time, meningkatkan kualitas, meningkatkan produktivitas serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

LEAN Waste Reduction dan Continuous Improvement

Lean bukan merupakan program perbaikan satu kali. Organisasi perlu membangun kebiasaan untuk terus mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebab, melakukan improvement, mengevaluasi hasil dan melakukan standardisasi terhadap cara kerja yang lebih baik.

Melalui integrasi antara Lean, Kaizen, PDCA, 5S, Visual Management, Standard Work dan Root Cause Analysis, perusahaan dapat membangun budaya Continuous Improvement yang melibatkan seluruh level organisasi.

Penerapan LEAN di Manufacturing dan Non-Manufacturing

Walaupun konsep Lean berkembang kuat dalam lingkungan manufacturing, prinsip Waste Reduction dapat diterapkan pada berbagai fungsi dan industri. Pemborosan juga dapat ditemukan dalam proses administrasi, pelayanan, finance, procurement, warehouse, logistics, supply chain, maintenance maupun proses bisnis lainnya.

Waiting approval, duplicate data entry, excessive reporting, unnecessary movement, proses administrasi berulang dan informasi yang terlambat merupakan contoh waste yang dapat terjadi di lingkungan office maupun service organization.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, Online Training, Private Training dan In-House Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan produktivitas organisasi.

Program LEAN Waste Reduction dapat disesuaikan dengan karakteristik proses perusahaan, jenis waste yang dihadapi, target productivity improvement serta kebutuhan peserta sehingga pembahasan dapat lebih relevan dengan kondisi aktual di tempat kerja.

Daftar Training LEAN Waste Reduction

Tingkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan melalui Training LEAN Waste Reduction bersama Johnson Indonesia. Peserta akan mempelajari Lean Thinking, 7 Waste, Value Added dan Non-Value Added Activity, Value Stream Mapping, 5S, Kaizen, Root Cause Analysis, Standard Work, Visual Management serta Waste Reduction Action Plan untuk membantu menciptakan proses kerja yang lebih efektif, cepat dan produktif.

Scroll to Top