
Training Klaim Asuransi Alat Berat (Heavy Equipment) & Kendaraan Bermotor
Klaim asuransi alat berat (seperti ekskavator, bulldozer, crane, dump truck) dan kendaraan offroad memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan klaim kendaraan bermotor biasa. Tantangan utamanya meliputi lokasi kejadian yang sering kali terpencil (area tambang, perkebunan, atau proyek konstruksi), kesulitan dalam penilaian kerusakan (damage assessment), penentuan nilai wajar (valuation), potensi Constructive Total Loss (CTL), serta risiko kecurangan (fraud) yang terselubung sebagai kerusakan mekanis atau keausan normal (wear and tear).
Training intensif 2 hari ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan teknis dan prosedural yang mendalam. Mulai dari pemahaman polis Heavy Equipment Insurance (HEI) atau Contractor’s All Risk (CAR/EAR), teknik survei di lapangan, analisis root cause kerusakan, strategi negosiasi dengan bengkel rekanan, hingga penanganan subrogasi dan mitigasi fraud khusus di sektor alat berat.
Manfaat Training Bagi Perusahaan:
- Penurunan Claims Leakage: Meminimalkan pembayaran klaim yang tidak seharusnya ditanggung polis (misal: kerusakan akibat wear and tear atau kelalaian operasional yang dikecualikan).
- Efisiensi Penyelesaian Klaim: Mempercepat Turnaround Time (TAT) klaim melalui alur kerja yang terstandarisasi dan pengambilan keputusan CTL yang akurat.
- Optimalisasi Recovery: Meningkatkan keberhasilan penagihan kepada pihak ketiga (misal: perusahaan transportasi, kontraktor, atau penyedia suku cadang) yang menyebabkan kerusakan.
- Penguatan Kontrol Fraud: Membangun mekanisme deteksi dini terhadap klaim alat berat yang dicurigai direkayasa atau dilebih-lebihkan (inflated claims).
Manfaat Training Bagi Peserta:
- Pemahaman Teknis Mendalam: Menguasai komponen utama alat berat, pola kerusakan umum, dan perbedaan antara kerusakan akibat kecelakaan vs. kegagalan mekanis.
- Keterampilan Survei Lapangan: Mampu melakukan dokumentasi dan investigasi yang efektif di lingkungan offroad atau area proyek yang menantang.
- Kemampuan Valuasi & Negosiasi: Terampil menghitung nilai kerugian, menilai penawaran perbaikan dari bengkel, dan melakukan negosiasi settlement yang menguntungkan perusahaan.
- Ketajaman Analisis Subrogasi: Mampu mengidentifikasi peluang recovery dalam kasus yang melibatkan pihak ketiga di area proyek.
Materi Training
- Mengenal jenis polis: Heavy Equipment Insurance (HEI), Contractor’s All Risk (CAR), dan Erection All Risk (EAR).
- Memahami Extensions (perluasan) umum: Strike, Riot & Civil Commotion (SRCC), Natural Disaster, Third Party Liability, dan Transit.
- Pengecualian kritis (Exclusions): Wear and tear, Mechanical/Electrical Breakdown, kelalaian operasional, dan penggunaan di luar spesifikasi.
- Kewajiban Tertanggung pasca-kejadian dan konsep Duty of Care di area proyek/tambang.
- First Notice of Loss (FNOL): Informasi kritis yang wajib dikumpulkan saat pertama kali lapor (lokasi GPS, jenis pekerjaan saat kejadian, saksi).
- Red Flags awal: Keterlambatan pelaporan, ketidakkonsistenan cerita, atau kerusakan yang tidak sesuai dengan deskripsi kejadian.
- Penentuan prioritas: Kapan perlu mengirim surveyor internal vs. mengandalkan laporan pihak ketiga/polisi.
- Tantangan survei di area terpencil, tambang, atau perkebunan (akses, keselamatan kerja/K3, dan koordinasi dengan site manager).
- Dokumentasi bukti yang tidak terbantahkan: Foto overall, foto close-up komponen rusak, foto serial number (PIN/Chassis), dan kondisi undercarriage.
- Wawancara efektif dengan operator alat berat dan saksi di lapangan untuk merekonstruksi kejadian.
- Mengamankan bukti fisik dan mencegah perbaikan liar sebelum disetujui.
- Membedakan kerusakan akibat benturan/kecelakaan vs. kelelahan material (fatigue) atau kurangnya perawatan (lack of maintenance).
- Metode valuasi alat berat: Replacement Value, Market Value, dan perhitungan depresiasi yang sesuai dengan kondisi polis.
- Konsep Constructive Total Loss (CTL) pada alat berat: Rumus perhitungan (Biaya Perbaikan + Biaya Salvage vs. Nilai Sesudah Kerusakan) dan batas persentase CTL.
- Evaluasi Estimate of Repair (EOR): Menganalisis kewajaran harga suku cadang (genuine vs. aftermarket/OEM) dan labor rate.
- Strategi negosiasi dengan bengkel spesialis alat berat untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas perbaikan.
- Pengawasan proses perbaikan (repair monitoring) dan validasi Final Repair Report serta faktur pajak.
- Penanganan klaim Salvage: Proses lelang, penentuan nilai sisa, dan mitigasi risiko hukum saat penyerahan barang rusak.
- Modus operandi umum fraud alat berat: Staged accidents (kecelakaan yang direkayasa), klaim ganda, manipulasi hour meter (HM), atau penggantian komponen lama dengan kerusakan baru.
- Teknik Cross-Checking: Memanfaatkan data telematika (jika ada), logbook operasional, dan rekam jejak klaim sebelumnya.
- Langkah-langkah investigasi lanjutan dan kapan harus melibatkan tim investigasi khusus atau pihak berwajib.
- Identifikasi pihak ketiga yang berpotensi bertanggung jawab: Perusahaan transportasi (kerusakan saat loading/unloading), kontraktor lain (tabrakan di site), atau penyedia suku cadang palsu.
- Tantangan hukum subrogasi di area konsesi tambang/perkebunan (yurisdiksi, perjanjian antar-kontraktor di site).
- Penyusunan Demand Letter yang kuat dengan dukungan bukti teknis dari laporan surveyor dan ahli.
- Studi Kasus 1: Ekskavator tergelincir di area tambang (Analisis apakah termasuk accident atau operational error yang dikecualikan).
- Studi Kasus 2: Dump truck terbakar di jalan haulage (Investigasi penyebab api: korsleting vs. sabotase vs. overheating akibat kurang perawatan).
- Role-Play: Simulasi negosiasi antara tim klaim asuransi dengan bengkel yang mengajukan biaya perbaikan over-budget dan klaim salvage yang rumit. Penyusunan Action Plan, Post-Test,
Target Peserta
Para Pihak yang membutuhkan.Team Trainer Johnson Indonesia
- Aslam Fetra Hasan, SH.
- Rini Fauziyah SE. Akt. MM. CFE
- Trainer expert lainnya sesuai kebutuhan perusahaan.
Jadwal Training
| 07–08 Januari | 30–31 Juli |
| 05–06 Februari | 10–11 Agustus |
| 10–11 Maret | 28-29 September |
| 06–07 April | 01–02 Oktober , 05-06 Oktober |
| 18–19 Mei | 03–04 November |
| 08–09 Juni | 02–03 Desember |
Jam Pelaksanaan
09.00–16.00 WIBFee Investasi Training
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang – waktu pelaksanaan 2 hari.- Minimal pengiriman 3 peserta.
- Pasti Running di hotel.
- Seminar Kit.
- Certificate.
- Lunch.
- Snack.
- Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 Hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 Hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang – waktu pelaksanaan 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.Perusahaan yang Telah Mengikuti Training Sejenis
- PT. SMFL Leasing Capital Indonesia
- Dan perusahaan lainnya.
